Cokelat di Indonesia

Cokelat Ternyata Cemilan Favorit Orang Indonesia

Siapa sangka, Indonesia termasuk 3 besar pemasok biji kokoa di dunia loh!

Cokelat dikenal sebagai cemilan yang bisa membangkitkan mood dan membuat diri jadi rileks. Kandungan glukosa pada cokelat dipercaya dapat menambah energi sehingga cemilan ini selalu digemari masyarakat, tidak terkecuali orang Indonesia. Faktanya, cokelat masuk ke 5 besar makanan cemilan favorit orang Indonesia. Mengapa bisa begitu?

Sudah jadi rahasia umum, orang Indonesia suka dengan kegiatan ngemil. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mencari alternatif penunda lapar dengan berbagai macam jenis makanan, salah satunya yaitu cokelat. Jenis cokelat yang disukai masyarakat Indonesia pun beragam, ada dark chocolate, milk chocolate, white chocolate bahkan ada varian baru bernama matcha chocolate.

Cokelat enak

Cemilan yang berasal dari biji kokoa ini telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Perjalanan panjang sebuah cokelat menjadikannya sebagai cemilan yang memiliki citarasa khas dan digemari banyak orang di Indonesia. Tidak hanya untuk cemilan, cokelat juga diolah dalam berbagai varian bentuk dan rasa. Ini dia penjelasan lebih lanjut tentang cokelat yang digemari orang Indonesia. 

1.     Sejarah Cokelat Masuk di Indonesia

Dilansir dari Travel Kompas, Seorang sejarawan kuliner, Fadly Rahman pada acara diskusi ‘Serba Serbi Cokelat’ dari Mondelez International Jakarta 2018 menjelaskan bahwa di tahun 1560, Spanyol yang pertama kali membawa kakao ke Indonesia. Cokelat yang dibawa melalui Filipina kemudian menyebar hingga ke Minahasa (Sulawesi Utara).

Jenis kakao pertama yang dikenal oleh orang Indonesia yaitu kakao Criollo dari Venezuela. Pada saat itu, Venezuela adalah negeri yang menjadi penghasil kakao terbesar di dunia, sehingga  mereka memasok biji kakao di dunia.

Indonesia yang saat itu masih dalam jajahan Belanda belum melihat komoditi cokelat sebagai olahan makanan. Belanda masih terfokuskan dengan kopi, teh dan juga rempah-rempah yang dihasilkan bumi Nusantara. Tidak lama kemudian, perkebunan teh, kopi dan rempah-rempah mengalami penyakit, sehingga Belanda mulai memikirkan komoditi lain selain perkebunan tersebut.

Sejarah Cokelat di Indonesia
Foto by Mariana Silvestre – Pexels.com

Akibat kebun teh dan kopi yang dikelola diserang berbagai hama, Belanda mulai mencoba menanam kakao dengan jenis forastero yang juga berasal dari Venezuela. Di tahun 1880-an, perkebunan kakao pertama mulai terbentuk di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Seiring berjalannya waktu, industri kakao mengalami perkembangan pesat pada tahun 1983, sebanyak 29 perkebunan kokoa di Jawa dan sekitarnya dibangun guna pengolahan cokelat di Nusantara. Hal ini juga mendorong perkembangan industri makanan dengan berbahan dasar cokelat.

Pada awal kemunculan cemilan cokelat di Indonesia hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan. Kemudian, berbagai macam industri makanan lainnya mulai melirik cokelat sebagai bahan campuran untuk kue dan beberapa sajian lain yang mempengaruhi rasa manis berbeda dengan gula. Pada awal Abad 20-an, barulah cokelat jadi lebih populer sebagai pilihan cemilan di Indonesia.

2.     Indonesia Menjadi Pemasok Biji Kakao di Dunia

Perkembangan industri cokelat di Indonesia semakin bertumbuh dengan pesat, hal ini membuat industri cokelat di Indonesia sempat begitu kuat. Sekitar 63 juta cokelat batangan diproduksi per tahun dengan merek “Tjoklat” saja. Saat itu, Hindia Belanda mulai menjadikan industri cokelat sebagai salah satu komoditi utama.  Berbagai macam minuman cokelat juga diproduksi yang berasal dari perkebunan kokoa di seluruh Indonesia.

Pasca kemerdekaan, Cokelat semakin menjadi favorit orang Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya merek lokal industri cokelat yang memproduksi cokelat dalam berbagai bentuk. Mulai dari batang, cair, blok hingga bubuk. Cokelat juga mulai bisa dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat.

Saat ini, Indonesia menempati 3 besar pemasok biji kakao terbesar di dunia. Berbagai varian rasa dan merek juga beredar untuk bisa menjadi cemilan atau minuman yang berbahan dasar cokelat. Sayangnya, tingkat konsumsi cokelat di Indonesia masih dibilang rendah. Jumlah konsumsinya hanya sekitar 500 gram kapita per tahun.

Cokelat cantik
Foto by Voronessa – Pexels.com

3.     Cokelat Masuk dalam 5 Besar Cemilan Favorit di Indonesia

Dilansir dari artikel yang berjudul  “Fakta Menarik Konsumsi Cokelat bagi Orang Indonesia”, Dini Anggraeni sebagai Brand Manager di Chocolate Mondelez Indonesia menyebutkan hasil survey salah satu lembaga dunia memberikan data bahwa cokelat termasuk pada lima besar cemilan favorit di Indonesia.

Disebutkan dalam artikel tersebut, bahwa tahun 2017, Cokelat menempati urutan ke-4 setelah keripik kentang, biskuit asin dan juga manis. Sedangkan pada data konsumsi pribadi setiap orang di Indonesia memakan rata-rata 300 gram cokelat per tahunnya.

Hal ini menjadi bukti bahwa cokelat digemari masyarakat. Dari 261,1 juta masyarakat di Indonesia sebanyak 78 persen yang artinya 203,6 juta masyarakat Indonesia mengonsumsi cokelat dan menyukai cokelat berbagai varian rasa dan bentuk.

Tidak mengherankan jika industri cokelat di Indonesia semakin berkembang dari tahun ke tahun. Berbagai macam varian cokelat juga bisa kita dapatkan dengan mudah di toko kue bahkan supermarket dan warung kecil. Masyarakat juga mulai mempelajari jenis cokelat dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Ini juga dinilai bahwa industri cokelat cukup berkembang di Indonesia.

Cokelat di Indonesia
Foto by Caglar Araz – unsplash.com

4. Aroma Cokelat Disukai Banyak Orang

Tidak hanya sebagai cemilan, Cokelat juga dipercaya memiliki aroma yang khas sehingga mendatangkan orang untuk mendatangi sebuah tempat. Dilansir dari CNN Indonesia, Studi yang dipublikasikan di Journal of Environmental Psychology melihat kebiasaan belanja di sebuah pertokoan buku. Di tempat itu disebar aroma cokelat yang membuat seseorang akan terus mengingat aroma tersebut dan ingin segera mengunjunginya.

Aroma cokelat juga dipercaya memberikan efek relaksasi, karena mengandung sejumlah bahan kimia psikoaktif yang berfungsi sebagai zat yang bisa memengaruhi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih tenang.

Seorang Ahli Botani, James Wong juga menyebutkan bahwa dalam kandungan cokelat terdapat anandamide, sebuah neurotransmitter yang dimaksud sebagai senyawa organik endogenus pembawa sinyal, yang membawa suasana sukacita dan kebahagiaan. Ada juga yang mengandung tyramine (zat yang diproduksi protein) dan juga phenylethylamine (bahan kimia yang ditemukan dalam tubuh) bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat dan daya tarik seseorang. Ini sebabnya aroma cokelat banyak diciptakan.

Minuman cokelat
CC Foto By Taryn Elliott – Pexels.com

Nah, itu dia penjelasan menarik mengapa cokelat bisa jadi cemilan favorit bagi orang Indonesia. Industri cokelat di Indonesia juga semakin berkembang, menghasilkan produksi cokelat asli Indonesia yang juga dijadikan oleh-oleh di beberapa kota.

Bagi kamu pecinta cokelat, kamu juga bisa memburu cokelat dengan berbagai varian rasa dan bentuk di toko cokelat lokal maupun supermarket terdekat. Saat ini, Industri cokelat juga menciptakan olahan-olahan baru yang berhubungan dengan cokelat seperti puding, roti, dan lain sebagainya sebagai pilihan masyarakat mengonsumsi cokelat.

Tidak lupa pula, Cokelat tidak hanya menjadi cemilan, cokelat juga dipakai sebagai campuran bahan masakan bahkan kue yang bisa menggugah selera para penikmat cokelat.

Jadi, Diantara jenis dan varian cokelat di Indonesia. Kamu lebih suka cokelat yang mana?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *