Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan

Inilah Jenis Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan

Cokelat merupakan camilan yang populer dan banyak disukai orang karena memiliki jenis-jenis cokelat yang beragam. Cokelat yang baik untuk kesehatan mengandung cocoa dan protein dan menjadi pilihan camilan untuk diet. Lalu, apakah cokelat baik dikonsumsi setiap hari? Kamu perlu waspada, karena tidak semua merek cokelat baik untuk kesehatan. Walaupun memiliki manfaat, jika dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek samping. Apalagi jika dikonsumsi oleh anak kecil. Jangan sampai anak sering makan cokelat, karena efek yang ditimbulkan membahayakan kesehatannya.

Bagi kamu yang menyukai cokelat, saat ini cokelat yang sedang kamu konsumsi tidak semuanya baik untuk kesehatanmu. Pengolahan cokelat yang ditambah dengan gula, susu, dan bahan-bahan lainnya memiliki kadar gula yang tinggi.

Sehingga yang tadinya cokelat memiliki manfaat yang baik, malah akan membahayakan kesehatan. Jadi kamu perlu berhati-hati ya. Sebelum mengonsumsi cokelat ada baiknya kamu pahami dulu cokelat seperti apa yang baik untuk kesehatan. Yuk simak informasinya di bawah ini. Check it out!

Jenis Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan

Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan
Sumber: abdulaziz061292.wordpress.com

Sebelum kamu mengonsumsi cokelat, kamu harus memahami seperti apa jenis cokelat yang baik untuk kesehatan. Karena, tidak semua cokelat yang dijual mengandung kadar flavanor yang cukup.

Cokelat memiliki kandungan flavanol yang apa bila semakin banyak diolah, maka kadar flavanolnya semakin hilang. Selain itu, cokelat yang dijual baik di warung atau di mini market, tidak sedikit yang dalam pengolahannya ditambah dengan pemanis buatan, susu, dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan cokelat menjadi tidak murni.

Seorang peneliti di Harvard Medical School, yaitu Profesor Norman Hollenberg, melakukan penelitian mengenai gen yang bisa melindungi manusia dari hipertensi. Profesor Norman Hollenberg lalu meneliti suku Kuna.

Fakta yang didapat adalah kejadian hipertensi sangat jarang terjadi pada setiap orang di suku Kuna walaupun usianya terus bertambah. Setelah diteliti, ternyata hal itu disebabkan karena suku Kuna mengonsumsi setiap harinya hampir lima gelas minuman cokelat.

Adapun cokelat yang diminum oleh suku Kuna memiliki kadar flavanol yang tinggi, sehingga mampu menstimulasi tubuh sehingga tubuh menghasilkan Nitrat Oksida. Dan Nitra Oksida inilah yang bisa mengobati hipertensi bahkan penyakit lainnya, seperti stroke, gagal jantung, dan arteri yang tersumbat.

Berdasarkan penelitian tersebut, Profesor Norman Hollenberg menyimpulkan bahwa kadar flavanol yang ada dalam cokelat memiliki manfaat yang sangat banyak. Setelah itu, Profesor Norman Hollenberg melakukan sebuah percobaan terkait pengaruh cokelat pada sistem peredaran darah.

Percobaan dilakukan kepada orang yang usianya lebih dari 50 tahun dan orang yang usianya lebih muda. Mereka diminta untuk mengonsumsi minuman cokelat dengan kadar flavanol yang tinggi. Hasilnya menunjukkan baik antara orang yang usianya lebih dari 50 tahun dengan orang yang usianya lebih muda, aliran darah mereka menjadi lebih lancar.

Selain kadar flavanol, dalam cokelat juga terdapat lemak yang disebut cocoa butter. Cocoa butter ini terdiri dari asam oleat dan asam palmitate yang keduanya merupakan bagian dari lemak jenuh. Lemak jenuh yang ada pada cokelat inilah yang apabila dikonsumsi terlalu banyak bisa membawa penyakit untuk tubuh.

Diantara berbagai jenis cokelat yang ada, dark chocolate adalah jenis cokelat yang paling direkomendasikan. Dark chocolate mengandung kadar flavanol yang lebih tinggi dibanding jenis cokelat yang lain. Walaupun rasanya yang cukup pahit, tapi cokelat ini mampu mencegah kamu terkena diabetes dan mampu menurunkan tekanan darah.

Dilansir dari WebMD, terdapat seorang profesor ahli nutrisi di San Diego State University yang meneliti mengenai cokelat hitam dan cokelat putih. Profesor Mee Young Hong namanya, ia melakukan sebuah percobaan pada 31 orang selama 15 hari. Sebagian diberikan cokelat hitam mengandung kakao yang tinggi antioksidan, dan sebagian lagi diberikan cokelat putih tanpa mengandung kakao.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi cokelat hitam ternyata memiliki tingkat gula darah yang rendah. Sedangkan orang yang mengonsumsi cokelat putih memiliki tingkat gula darah yang tinggi. Hal ini terjadi karena cokelat hitam yang diberikan pada sebagian orang membantu meningkatkan fungsi insulin untuk mengatur kadar gula dalam tubuh.

Jadi, cokelat hitam adalah jenis cokelat yang lebih menyehatkan dibanding yang lainnya karena kaya antioksidan dan mengandung sedikit gula dan lemak. Dengan mengonsumsi cokelat hitam, maka risiko penyakit hipertensi, diabetes, serta risiko penyakit jantung dapat ditekan.

Cokelat Yang Kurang Baik Untuk Dikonsumsi

Jika kamu sudah membaca penjelasan sebelumnya, tentu kamu sudah bisa mengetahui seperti apa cokelat yang baik untuk kesehatan. Sehingga mungkin kamu bisa menyimpulkan, cokelat bagaimana yang kurang baik untuk dikonsumsi.

Cokelat yang manis dengan tambahan susu, lemak jenuh, dan gula perlu kamu kurangi misalnya yang berlabel milk chocolate. Kalau kamu membeli cokelat bubuk, maka lebih baik mencari jenis cokelat yang dalam pengolahannya tidak melalui proses dutching.

Dutch adalah proses pengolahan cokelat dimana kakao sebagai bahan dasar cokelat akan dicampur dengan senyawa potasium karbonat. Potasium karbonat ini bertujuan untuk sedikit menghilangkan sifat asam kakao.

Cokelat bubuk yang melalui proses tersebut memiliki warna yang lebih gelap dan pekat dibanding dengan bubuk cokelat alami yang biasanya berwarna cokelat muda.

Jika tidak ingin kesehatan kamu terganggu, maka kamu harus lebih teliti lagi ya dalam mengonsumsi cokelat. Lalu bagaimana caranya supaya bisa memilih cokelat yang sehat?

Cara Memilih Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan

Cokelat yang dengan mudah bisa didapatkan, seringkali mengecoh para pembeli. Semua produk cokelat seperti mencoba meyakinkan bahwa cokelat mereka aman dikonsumsi setiap hari. Tapi, benarkah begitu?

Kamu tak perlu takut lagi untuk menikmati cokelat setiap hari, karena berikut ini terdapat beberapa tips aman supaya kamu bisa memilih jenis cokelat yang baik untuk kesehatan.

1. Pilih Jenis Cokelat Hitam

Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan
Sumber: intisari.grid.id

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa cokelat hitam kaya antioksidan sehingga lebih menyehatkan dibandingkan dengan jenis cokelat yang lain. Cokelat yang memiliki warna gelap adalah cokelat yang lebih baik untuk dipilih.

Di pasaran, kamu bisa mencari cokelat yang dalam kemasannya terdapat label dark chocolate. Walaupun mungkin merek cokelat yang terdapat label tersebut tidak benar-benar mengandung cokelat hitam. Karena strategi pemasaran menuntut mereka menjual produknya sehingga pembeli akan terkecoh.

Oleh karena itu, kamu bisa melihat daftar persentase cocoa pada label kemasan. Cokelat hitam mengandung setidaknya 60-70% cokelat murni.

Semakin tinggi kandungan cokelat murni, maka semakin pahit rasanya dan semakin lebih baik untuk kesehatan.

2. Perhatikan Informasi Nilai Gizi Dalam Kemasan Cokelat

 

Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan
Sumber: tokopedia.com

Selain persentase cokelat murni, kamu juga harus lebih jeli lagi. Informasi nilai gizi ada pada setiap kemasan produk.

Mengonsumsi cokelat sebaiknya tidak dipadukan dengan susu, jadi usahakan hindari memilih cokelat yang terdapat campuran susu. Karena kandungan susu tersebut dapat menghambat penyerapan antioksidan yang ada pada cokelat.

Hal ini karena susu mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga bisa menghambat penyerapan antioksidan di dalam tubuh.

Selain itu, perhatikan daftar informasi nilai gizi tersebut, apakah hanya terbuat dari cocoa, mentega cokelat, gula, dan vanilla. Atau terdapat nama bahan-bahan yang tidak kamu kenali. Jika banyak campuran bahan lain, artinya cokelat tersebut semakin berkurang kemurniannya.

3. Hindari Memilih Dutch Chocolate

Cokelat Yang Baik Untuk Kesehatan
Sumber: edenfreshmarket.com

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumya, dutch chocolate merupakan proses pengolahan cokelat yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan flavanol. Jadi, perhatikan dalam kemasan apakah terdapat keterangan dutch chocolate atau tidak.

Itulah beberapa tips untuk memilih jenis cokelat. Sekarang, kamu sudah pahamkan, cokelat yang baik untuk kesehatan seperti apa?

Jangan lupa untuk selalu hidup sehat dan lakukan olahraga teratur agar energi yang masuk seimbang dengan energi yang keluar.

Salam sehat.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *