makanan yang baik untuk ibu hamil

SEGERA KENALI! 5 Manfaat dan 3 Bahaya Cokelat bagi Ibu Hamil

Cokelat hitam memiliki manfaat dan termasuk ke dalam jenis cokelat yang baik untuk ibu hamil. rasanya yang enak bila diolah menjadi kue seperti brownies, atau segelas minuman hangat (cokelat panas)

Namun dibalik sensasi rasa nikmat dan manis dari cokelat, baik dalam bentuk minuman atau makanan terdapat beragam manfaat sekaligus bahaya yang dapat ditimbulkan dari mengonsumsi cokelat. Salah satunya ialah manfaat dan bahaya mengonsumsi cokelat bagi ibu hamil.

Cokelat merupakan sebutan untuk olahan yang berasal dari biji kakao, baik berupa makanan atau minuman. Cokelat banyak digemari karena cita rasa manisnya yang lezat dilidah serta sensasi menyenangkan setelah mengonsumsinya. Para penggemar cokelat ini berasal dari segala kalangan, termasuk kalangan ibu hamil.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat dan bahaya yang ditimbulkan dari mengonsumsi cokelat. Baik penelitian yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri. Berikut ragam manfaat dan bahaya cokelat  bagi kehamilan:

Manfaat Cokelat Bagi Kehamilan

manfaat cokelat
makan cokelat pada masa kehamilan (freepik.com)

Dari sekian jenis cokelat yang beragam, cokelat hitam merupakan jenis cokelat yang paling baik bagi kesehatan, termasuk bagi ibu hamil. Berikut merupakan beberapa keuntungan atau manfaat yang didapatkan oleh ibu hamil yang mengonsumsi cokelat selama masa kehamilan:

1.      Dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Selama masa kehamilan, ibu membutuhkan antioksidan yang cukup tinggi. Salah satu cara untuk mendapatkan senyawa antioksidan ini ialah dengan mengonsumsi cokelat.

Kandungan antioksidan dan flavonoid yang alami dalam cokelat dapat meningkatkan daya kekebalan tubuh bagi ibu hamil. Selain itu, tingginya kandungan antioksidan dari cokelat dapat menurunkan risiko terkena kanker dan penyakit jantung pada janin di dalam kandungan atau pun ibu hamil.

2.      Mencegah Timbulnya Stres dan Perubahan Suasana Hati pada Ibu

Perubahan suasana hati (mood swing) selama masa kehamilan banyak dialami oleh para ibu pada umumnya. Kondisi ini dapat terjadi disebabkan oleh adanya perubahan hormonal selama masa kehamilan. Nah bunda, dengan mengonsumsi cokelat dipercaya dapat memperbaiki mood selama kehamilan.

Tidak hanya mengatasi mood, manfaat lain dari mengonsumsi cokelat ialah dapat meminimalisir terjadinya stres pada ibu hamil dan memberikan efek bahagia pada janin yang dikandung.

Hal tersebut dibuktikan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh majalah kesehatan di Finlandia. Hasilnya menunjukkan bahwa cokelat yang dikonsumsi oleh ibu hamil terbukti mampu mengurangi tingkat stress pada sang ibu dan janin yang dikandung.

Kandungan magnesium yang terdapat di dalam cokelat dapat membantu ibu hamil merasa lebih nyaman dan relaks.

3.      Baik untuk Perkembangan Janin

perkembangan janin hasil tes USG ibu hamil
Perkembangan janin dalam kandungan hasil tes USG (freepik.com)

Salah satu penelitian menyebutkan ibu hamil yang mengonsumsi cokelat dengan jumlah cukup setiap harinya, menunjukkan hasil pemeriksaan USG aliran darah yang ditemukan pada janin mengalami peningkatan dan memiliki respons yang baik.

Hal tersebut dapat terjadi disebabkan oleh senyawa phenythylamin dalam cokelat yang menjadi salah satu sumber nutrisi bagi ibu hamil serta dapat diserap oleh janin.

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Pregnancy Meeting of The Society for Maternal Fetal Medicine, saran untuk jumlah cokelat yang dapat dikonsumsi ibu hamil idealnya sebesar 30 gram. Hal ini baik untuk kesehatan janin karena dapat berkembang dengan optimal di dalam kandungan.

Mengonsumsi cokelat sebanyak 30 gram per hari juga dapat menjaga kesehatan dari plasenta atau ari-ari pada janin.

4.      Mencegah Preeklampsia pada Ibu Hamil

tekanan darah pada ibu hamil
mengukur tekanan darah pada masa kehamilan (freepik.com)

Preeklampsia merupakan salah satu gangguan kehamilan, di mana  tekanan darah pada ibu hamil akan meningkat yang dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan dapat membahayakan kondisi kesehatan sang ibu dan janin.

Umumnya ibu hamil akan rentan terhadap perubahan yang signifikan pada tekanan darahnya pada usia kehamilan trimester 1 dan 3.

Gangguan kehamilan ini dapat dicegah oleh ibu hamil dengan mengonsumsi cokelat. Kandungan senyawa theobromin di dalam cokelat dapat menjaga kestabilan tekanan darah pada ibu, sehingga risiko preeklampsia dapat ditekan.

Menurut penelitian yang telah dilakukan di Yale, Amerika Serikat, ibu hamil yang mengonsumsi cokelat  dengan jenis cokelat hitam secara rutin sebanyak 1–3  kali setiap minggu memiliki peluang 50% lebih rendah terkena gangguan preeklampsia dan hipertensi.

5.      Membantu Pembentukan Hemoglobin pada Darah

Selain kaya akan antioksidan dan flavonoid, cokelat mampu menjadi sumber zat besi dan magnesium yang baik bagi kesehatan ibu hamil.

Zat besi ini diperlukan bagi ibu hamil untuk membantu proses pembentukan hemoglobin. Hemoglobin yang terbentuk berfungsi dalam mengikat oksigen pada darah sehingga dapat diedarkan ke seluruh tubuh, termasuk janin yang ada dalam kandungan

Banyaknya manfaat dari mengonsumsi cokelat bukan berarti semua kebutuhan nutrisi dan gizi sudah tercukupi ya bun. Bunda harus tetap menjaga kebugaran dan kesehatan dengan olahraga rutin, memperhatikan pola makan serta mengonsumsi makanan bernutrisi lainnya.

Bahaya Cokelat Bagi Kehamilan

Tingginya kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan, bukan berarti ibu hamil boleh mengonsumsi semua jenis makanan yang kaya akan manfaat secara berlebihan, termasuk mengonsumsi cokelat.

Meskipun cokelat kaya akan manfaat dan mampu membantu memperbaiki suasana hati yang mudah berubah selama masa kehamilan, bunda juga wajib mengetahui bahaya yang dapat terjadi dari mengonsumsi cokelat secara berlebihan.

Mengapa begitu? Karena tidak semua hal yang berlebihan akan berujung pada kebaikan. Nah, berikut beberapa informasi yang telah dihimpun terkait bahaya dari mengonsumsi cokelat bagi kehamilan:

1.    Meningkatkan kadar gula pada darah

pengukuran kadar gula darah
alat ukur kadar gula pada darah (freepik.com)

Kenaikan kadar gula darah akibat mengonsumsi cokelat dapat terjadi apabila sang ibu mengidap penyakit diabetes. Hal itu disebabkan oleh adanya kandungan kalori dan gula di dalam cokelat.

Bagi ibu hamil yang tidak menderita diabetes bukan berarti dapat dengan  bebas mengonsumsi cokelat, ya bun. Ibu hamil tetap harus membatasi konsumsi cokelat untuk mencegah terjadinya peningkatan kadar gula pada darah.

Apabila bunda memiliki gangguan atau mengidap diabetes gestasional, alangkah lebih baik konsultasikan dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi cokelat.

2.    Terjadinya obesitas pada janin

Ibu hamil yang memiliki kondisi obesitas atau berat badan berlebih, alangkah lebih baiknya untuk tidak mengonsumsi cokelat.

Hal tersebut dikarenakan kandungan gula serta lemak yang ada di dalam cokelat dapat menyebabkan berat badan ibu atau janin semakin meningkat. Selain itu kondisi ini tidak baik bagi kesehatan janin dan proses persalinan nantinya.

3.    Peluang risiko bayi terlahir cacat meningkat

Terdapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman atau makanan dengan kandungan kafein pada ibu hamil dapat memicu terjadinya bayi lahir cacat.

Perlu untuk diketahui ya bun, bahwa selain kandungan flavonoid dan antioksidan, cokelat memiliki kandungan kafein seperti pada kopi, sehingga bila cokelat dikonsumsi berlebihan tentu dapat membahayakan kondisi janin.

Akumulasi kafein akibat mengonsumsi cokelat terlalu banyak pada ibu hamil akan mengganggu fungsi tubuh dari sang ibu.  Senyawa kafein akan menyebabkan neurotransmitter memberi persepsi yang berbeda mengenai kondisi dari ibu hamil.

Perlu bunda tahu, selama masa kehamilan, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi kafein kurang dari 200mg per hari.

Jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter kandungan kepercayaan bunda, untuk mengetahui kadar aman konsumsi dari cokelat sesuai kondisi kesehatan ibu dan janinnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *