Foto Cokelat Putih

Benarkah Cokelat Putih Sebenarnya Bukan Cokelat?

Nyatanya, white chocolate yang kita kenal bukanlah cokelat.

Salah satu makanan manis yang disukai oleh kebanyakan orang yaitu cokelat. Dari berbagai macam jenis cokelat di dunia, pernahkah kamu berpikir apakah cokelat putih benar-benar jenis “cokelat” yang ada di dunia? lalu, Mengapa cokelat putih memiliki warna yang berbeda dengan jenis cokelat lainnya? Penasaran bukan?

Saat pertama kali mendengar kata white chocolate atau cokelat putih, Sudah pasti yang akan terpikirkan adalah jenis cokelat yang lezat untuk di konsumsi langsung maupun jadi campuran dessert. Namun, Ada fakta menarik menyebutkan bahwa white chocolate ini ternyata bukan golongan cokelat. Mengapa bisa begitu?

White Chocolate
Foto by Anete Lusina – Pexel.com

Cokelat putih atau white chocolate yang kita kenal selama ini sebenarnya adalah manisan gula yang menyerupai cokelat. Bahan dasar pembuatannya yaitu cocoa butter, gula dan padatan susu yang dicampurkan dan di jadikan batangan cokelat. Cokelat ini juga tidak mengandung padatan kakao seperti yang ada di cokelat lainnya. Hal ini yang menjadi keunikan dari cokelat putih.

Pada proses pembuatan cokelat, biasanya biji kakao diolah menjadi padatan kakao yang pahit, mentah dan berwarna cokelat serta tidak mengandung lemak. Berbeda dengan proses pembuatan white chocolate yang memanfaatkan kandungan lemak. Pada saat biji kakao diproses bagian kakao yang berwarna hitam dan tidak manis dipisahkan dengan kandungan lemaknya sehingga padatan kakao ini menjadi warna hitam sedangkan bagian yang berlemak menjadi cocoa butter yang ada di bahan dasar white chocolate.

Rasa dari cokelat putih tidak ‘asli’ seperti dark chocolate atau milk chocolate. Rasa yang dihasilkan bisa dibilang seperti permen susu dengan campuran vanilla yang berbentuk cokelat batang.  Namun, hal ini juga masih disesuaikan dengan takaran dari bahan yang berpengaruh terhadap rasa yang diinginkan.

Cokelat Putih Bar
Foto by Caja – Pixabay.com

Cokelat putih ini pertama kali dibuat di Swiss pada tahun 1936. Pada saat itu, sebuah produsen perusahaan makanan tertentu memiliki kelebihan stok susu bubuk dan mendapatkan ide membuat makanan dengan campuran cocoa butter dan gula.

Sejak 2004, Amerika Serikat menetapkan bahwa white chocolate memiliki peraturan dalam kandungannya yaitu memiliki sebanyak 20% cocoa butter 14% padatan susu dan 3.5% lemak susu. Untuk total keseluruhan tidak boleh lebih dari 55% gula atau pemanis buatan yang terkandung di dalam sebuah white chocolate.

Sebuah peraturan juga menyebutkan bahwa cokelat putih tidak bisa dijual secara sembarangan karena dalam pembuatannya wajib memiliki izin khusus pembuatan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Hal ini disesuaikan dengan peraturan negara masing-masing yang berpengaruh juga terhadap komposisi dari sebuah white chocolate.

Cokelat putih diproses ketika biji kakao dipanen, untuk selanjutnya diekstraksi dari biji kokoa dan mengalami proses yang cukup panjang sehingga melibatkan fermentasi, pengeringan, panggangan dan juga pengupasan dalam sebuah cangkang biji kakao.Untuk nantinya, akan dibentuk sebagai pasta dan diolah menjadi cocoa butter.

Tidak hanya penjelasan diatas, Ada beberapa fakta yang harus kita ketahui tentang cokelat putih, simak penjelasannya di bawah ini :

1. Dibentuk Se-Putih Mungkin

Jika kamu berpikir warna pada cokelat putih berasal hanya dari cocoa butter yang dipakai dalam bahan, hal ini tidak benar. Dilansir dari IDN Times, semakin putih warna yang dihasilkan dari cocoa butter, maka semakin bagus pula cokelat putih tersebut. Hal ini juga berpengaruh terhadap rasa dan tekstur yang dihasilkan.

Sejatinya, cocoa butter memiliki warna kuning gading yang kemudian harus diolah terlebih dahulu untuk menghasilkan warna putih, hal ini juga dibantu dengan campuran susu vanilla gula dan lainnya.

Cokelat bentuk
Foto By PublicDomainPictures – Pixabay.com

2. Baru Terkenal di Masyarakat

Jika cokelat telah ditemukan lebih dari 200 tahun yang lalu, berbeda dengan white chocolate yang baru ada di dunia  pada saat Perang Dunia I di wilayah Eropa. Produsen cokelat yang pertama kali memperkenalkan cokelat putih yaitu Nestle pada tahun 1930-an di Amerika Serikat.

Saat ini white chocolate sudah mulai diproduksi di seluruh dunia oleh berbagai macam merek cokelat. Rasa yang dihasilkan juga berbeda, ada pula yang menggabungkan dark chocolate dan white chocolate dalam satu batang cokelat. Hal ini membuat variasi white chocolate lebih unik.

3. Tidak Mengandung Antioksidan

Tidak seperti kandungan cokelat lainnya, cokelat putih tidak memiliki antioksidan yang tinggi. Hal ini karena cocoa butter tidak mengandung antioksidan, zat yang mencegah timbulnya kanker pada tubuh. Kandungan antioksidan lebih banyak ditemukan pada padatan kakao yang menjadi bahan dasar cokelat biasa, bukan cokelat putih.

Cokelat putih baik dikonsumsi ketika merasa jenuh dan membuat diri menjadi rileks.

4. Dapat Membantu Agar Tidur Lebih Berkualitas

Kurang tidur dapat menyebabkan segala macam penyakit. Tidur dibutuhkan tubuh untuk memberikan kesempatan pada tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak serta membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Dalam sebatang white chocolate terdapat kandungan dopamin yang baik untuk anestesi otak sehingga membuat tidur lebih nyenyak dan tenang sehingga ketika bangun tubuh terasa lebih segar.

5. Meningkatkan Daya Ingat

White chocolate memiliki kandungan flavonoid yang baik dan menyehatkan otak, khususnya berkaitan dengan daya ingat. Kandungan flavonoid berfungsi menata kembali formasi ingatan hingga jangka panjang. Mengonsumsi  cokelat putih juga dipercaya bisa terhindar dari penyakit demensia, penyakit ini mengakibatkan hilangnya ingatan jangka panjang maupun pendek orang yang menderitanya.

Menunjukan Cokelat
Foto By Myriams – Pixabay.com

6. Memperbaiki Peredaran Darah

Berbagai kandungan yang ada di sebuah white chocolate membuat cokelat ini dipercaya bisa mencegah berbagai penyakit. Salah satu manfaatnya, Dalam sepotong cokelat putih terkandung asam linoleat yang berguna bagi tubuh dalam memperlancar pembuluh darah. Asam linoleat inilah yang nantinya akan membantu kinerja jantung saat memompa darah menjadi normal sehingga detak jantung bisa stabil.

7.     Mengatur Kadar Kolesterol dalam Tubuh

Jika kita mengonsumsi cokelat putih dengan benar dan tidak berlebihan, hal ini bisa menaikkan kadar kolesterol yang baik atau hiperdensity lipoprotein (HDL) yang akan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh atau biasa dikenal dengan low density lipoprotein (LDL).

White chocolate juga dipercaya bisa membantu penyerapan vitamin dari asupan makanan dan mampu mencegah penyakit jantung koroner. Ingat, mengonsumsi white chocolate secara berlebihan juga bisa menyebabkan hal-hal yang tidak baik bagi tubuh kita. Usahakan tetap mengonsumsi cokelat putih sesuai porsinya ya!

Nah, dari beberapa fakta tadi, bisa juga kita simpulkan mengonsumsi cokelat putih membawa manfaat baik bagi tubuh. Banyak pula orang yang menyukai white chocolate ini karena teksturnya yang lebih lembut dan rasa yang unik dibandingkan dark chocolate, sehingga orang-orang memilih white chocolate sebagai makanan cemilan atau campuran topping dessert.

Menunjukkan Kue Cokelat Putih
Foto by Marta Dzedyshko – Pexels.com

Kamu juga bisa membuat makanan unik dengan bahan dasar cokelat putih untuk orang tersayang. Cokelat putih biasa diolah untuk berbagai macam olahan makanan seperti, ganache white chocolate, Kue kering dengan atasan white chocolate, puding lezat dengan taburan white chocolate diatasnya, cake cantik dengan paduan cokelat putih, dan lainnya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *